Risiko Privasi Data Genetik Meningkat Setelah Kebangkrutan 23andMe
Teknologi
Keamanan Siber
26 Mar 2025
170 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kebangkrutan 23andMe menimbulkan kekhawatiran tentang privasi data genetik pengguna.
Pengguna disarankan untuk menghapus akun mereka sebagai langkah perlindungan privasi.
Perlunya undang-undang yang lebih baik untuk melindungi informasi genetik yang tidak dapat diubah.
Perusahaan 23andMe, yang menyediakan layanan tes DNA, baru saja mengajukan kebangkrutan karena permintaan yang menurun. Saham mereka jatuh 11% menjadi 65 sen setelah sebelumnya turun 59% pada hari Senin. Banyak pengguna yang khawatir tentang keamanan data pribadi mereka, terutama setelah perusahaan ini mengalami masalah privasi di masa lalu. Pengacara Jenderal New York, Letitia James, mendorong pelanggan untuk menghapus akun mereka sebagai langkah perlindungan, dan banyak orang berbagi cara untuk melakukannya di media sosial.
Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa data genetik sangat berharga dan bisa dijual jika perusahaan berganti pemilik. Meskipun 23andMe mengatakan bahwa proses kebangkrutan tidak akan mempengaruhi cara mereka mengelola data pelanggan, banyak orang tetap merasa khawatir. Pengacara juga menyatakan bahwa undang-undang tentang perlindungan data genetik masih belum jelas, dan lebih banyak perlindungan hukum diperlukan untuk menjaga informasi pribadi yang sangat penting ini.
Analisis Ahli
Adrianus Warmenhoven
Data genetik adalah aset berharga yang bila perusahaan mengalami kebangkrutan, data tersebut bisa dijual dan berpotensi melanggar privasi pengguna.I. Glenn Cohen
Hukum saat ini belum jelas apakah pembeli baru harus memberi pengguna kesempatan untuk memilih keluar dari penggunaan data mereka.Robert Klitzman
Pengguna tidak bisa mengubah DNA mereka seperti informasi keuangan, sehingga perlindungan hukum yang lebih kuat sangat dibutuhkan.
