Pengadilan Tolak Gugatan CCP Graduate School Terhadap Bank Santander di Kasus Penipuan
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
26 Mar 2025
166 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Santander UK berhasil membatalkan gugatan yang diajukan oleh CCP Graduate School terkait penipuan APP.
Mahkamah Agung memberikan panduan bahwa bank dapat memiliki tanggung jawab untuk memulihkan dana, tetapi tidak dalam semua kasus.
Penipuan APP menjadi masalah yang semakin umum di Inggris, dengan ribuan kasus setiap tahun.
Santander UK, cabang dari Banco Santander Spanyol, baru-baru ini memenangkan kasus hukum di Pengadilan Tinggi London. Kasus ini diajukan oleh CCP Graduate School, sebuah penyedia pelatihan guru, yang kehilangan sekitar 415.000 poundsterling (sekitar Rp 8.97 juta ($537.000) ) akibat penipuan yang dikenal sebagai "authorized push payment" (APP). Dalam penipuan ini, korban tertipu untuk mengirim uang ke rekening penipu yang berpura-pura sebagai penerima yang sah. CCP Graduate School berargumen bahwa Santander seharusnya memiliki tanggung jawab untuk mencoba mengambil kembali uang yang hilang, tetapi pengadilan menolak argumen tersebut.
Hakim Jennifer Eady menyatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi bank untuk mengambil langkah-langkah positif untuk memperbaiki kerugian yang sudah terjadi kepada pihak ketiga yang bukan nasabah mereka. Jika bank diwajibkan untuk menghubungi semua bank lain untuk menarik kembali uang yang telah ditransfer, hal ini akan memberikan beban yang tidak dapat diterima bagi bank, mengingat jumlah transaksi yang sangat besar setiap bulannya.
Analisis Ahli
Professor John Kay
Putusan ini mempertegas prinsip bahwa bank bertanggung jawab terutama kepada nasabahnya sendiri dan bukan pihak ketiga, menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan kelangsungan bisnis perbankan.

