Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Danantara: Strategi Baru Indonesia Kelola Aset Negara Capai Pertumbuhan Cepat

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
24 Mar 2025
25 dibaca
1 menit
Danantara: Strategi Baru Indonesia Kelola Aset Negara Capai Pertumbuhan Cepat

Rangkuman 15 Detik

Danantara adalah dana kedaulatan baru Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Dewan penasihat Danantara terdiri dari tokoh-tokoh berpengaruh seperti Ray Dalio dan Jeffrey Sachs.
Peluncuran Danantara menimbulkan kekhawatiran di pasar saham terkait peran negara dalam ekonomi.
Danantara Indonesia, dana sovereign fund baru yang diluncurkan bulan lalu, memperkenalkan tim penasihatnya yang terdiri dari mantan presiden Indonesia, Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono, serta tokoh-tokoh terkenal seperti Ray Dalio, Jeffrey Sachs, dan Thaksin Shinawatra. Dana ini bertujuan untuk membantu Presiden Prabowo Subianto mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga tahun 2029 dengan mengelola saham perusahaan milik negara dan menginvestasikan dividen ke proyek-proyek komersial. Danantara diharapkan dapat mengelola aset lebih dari 900 miliar dolar AS dan dianggap sebagai versi Indonesia dari Temasek di Singapura. Dalam tahap investasi awal sebesar 20 miliar dolar AS, Danantara akan fokus pada proyek-proyek di bidang pengolahan sumber daya alam, pengembangan kecerdasan buatan, serta keamanan energi dan pangan. Meskipun ada kekhawatiran tentang peran besar negara dalam ekonomi yang menyebabkan penurunan pasar saham, CEO Danantara, Rosan Roeslani, percaya bahwa kehadiran nama-nama terkenal dalam tim penasihat dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

Analisis Ahli

Jeffrey Sachs
Saya akan memberikan dukungan sukarela untuk mengembangkan strategi yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui peran saya di Danantara.