Ray Dalio Gabung Dana Investasi Indonesia: Harapan Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
24 Mar 2025
137 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ray Dalio dan Jeffrey Sachs diangkat sebagai penasihat untuk meningkatkan kredibilitas Danantara.
Danantara bertujuan untuk mengelola lebih dari $900 miliar dalam aset dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kekhawatiran tentang tata kelola dan intervensi politik menjadi tantangan bagi Danantara dalam menarik investasi global.
Ray Dalio, seorang investor terkenal, akan bergabung sebagai penasihat khusus di dana kekayaan negara Indonesia yang baru dibentuk, Danantara. Dana ini diluncurkan oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menggabungkan perusahaan-perusahaan milik negara dan membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029. Selain Dalio, ekonom terkenal Jeffrey Sachs dan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra juga diangkat sebagai penasihat. Danantara akan mengelola lebih dari Rp 15.03 quadriliun ($900 miliar) aset dan memiliki anggaran investasi awal sebesar Rp 334.00 triliun ($20 miliar) untuk tahun ini.
Pelantikan Dalio dan Sachs diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Danantara, yang sebelumnya menghadapi kekhawatiran tentang akuntabilitas dan kemungkinan campur tangan politik. Pasar saham Indonesia telah mengalami penurunan, dan banyak investor kini lebih memilih untuk berinvestasi di pasar China yang sedang pulih. Dalio memiliki pengalaman luas di pasar Asia, terutama di China, dan diharapkan dapat membantu Danantara menarik lebih banyak investasi.
Analisis Ahli
Ray Dalio
Berpengalaman selama lebih dari 40 tahun di pasar China, saya melihat Indonesia memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan konsolidasi BUMN sebagai sarana pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan signifikan.Jeffrey Sachs
Peran ahli ekonomi sangat penting untuk memastikan arah investasi Dana Investasi Nasional berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.

