Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IHSG Turun Tajam di Bawah 6.000, Investor Asing Mulai Kurangi Penjualan

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
25 Mar 2025
24 dibaca
1 menit
IHSG Turun Tajam di Bawah 6.000, Investor Asing Mulai Kurangi Penjualan

AI summary

IHSG mengalami penurunan signifikan dan menciptakan kekhawatiran di pasar.
Investor asing melakukan penjualan bersih yang cukup besar, meskipun ada beberapa saham yang menarik perhatian.
Transaksi di pasar saham menunjukkan aktivitas yang tinggi meskipun dalam kondisi pasar yang menurun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan Senin, 24 Maret 2025. IHSG sempat turun di bawah 6.000, mencapai posisi terendah 5.967,19 sebelum akhirnya ditutup di angka 6.161,22, turun 1,55%. Dalam perdagangan tersebut, terdapat 134 saham yang naik, 500 saham yang turun, dan 68 saham yang tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,02 triliun dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 160,62 miliar.Meskipun terjadi penjualan besar-besaran oleh investor asing, beberapa saham justru mengalami pembelian yang signifikan. PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham dengan pembelian terbesar, diikuti oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) dan PT Telkom Indonesia (TLKM). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang lesu, masih ada minat dari investor untuk membeli saham-saham tertentu.

Experts Analysis

Analis Pasar Modal Senior
Penurunan ini merupakan koreksi teknikal yang wajar setelah tekanan jual besar-besaran asing selama beberapa waktu. Pasar perlu waktu untuk stabil dan menyesuaikan valuasi sebelum indeks kembali menguat.
Ekonom Senior
Penjualan asing yang terus menerus mencerminkan risiko makroekonomi yang dirasakan investor, sehingga pemerintah dan otoritas pasar harus cepat mengambil langkah untuk meningkatkan kepercayaan pasar.
Editorial Note
Penurunan tajam IHSG mencerminkan adanya ketidakpastian pasar yang cukup besar di tengah pengaruh tekanan jual asing. Namun, data net foreign buy pada beberapa saham unggulan menunjukkan masih adanya minat investor untuk masuk, yang bisa menjadi tanda awal pemulihan pasar jika kondisi global dan domestik membaik.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.