IHSG Turun Tajam di Bawah 6.000, Investor Asing Mulai Kurangi Penjualan
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
25 Mar 2025
289 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
IHSG mengalami penurunan signifikan dan menciptakan kekhawatiran di pasar.
Investor asing melakukan penjualan bersih yang cukup besar, meskipun ada beberapa saham yang menarik perhatian.
Transaksi di pasar saham menunjukkan aktivitas yang tinggi meskipun dalam kondisi pasar yang menurun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan Senin, 24 Maret 2025. IHSG sempat turun di bawah 6.000, mencapai posisi terendah 5.967,19 sebelum akhirnya ditutup di angka 6.161,22, turun 1,55%. Dalam perdagangan tersebut, terdapat 134 saham yang naik, 500 saham yang turun, dan 68 saham yang tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,02 triliun dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 160,62 miliar.
Meskipun terjadi penjualan besar-besaran oleh investor asing, beberapa saham justru mengalami pembelian yang signifikan. PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham dengan pembelian terbesar, diikuti oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) dan PT Telkom Indonesia (TLKM). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang lesu, masih ada minat dari investor untuk membeli saham-saham tertentu.
Analisis Ahli
Analis Pasar Modal Senior
Penurunan ini merupakan koreksi teknikal yang wajar setelah tekanan jual besar-besaran asing selama beberapa waktu. Pasar perlu waktu untuk stabil dan menyesuaikan valuasi sebelum indeks kembali menguat.Ekonom Senior
Penjualan asing yang terus menerus mencerminkan risiko makroekonomi yang dirasakan investor, sehingga pemerintah dan otoritas pasar harus cepat mengambil langkah untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

