Kementerian Pertanian Optimis RI Dekat dengan Swasembada Pangan Beras
Bisnis
Ekonomi Makro
24 Mar 2025
79 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Produksi beras nasional mengalami penurunan, tetapi potensi luas panen meningkat.
Kementerian Pertanian optimis bahwa swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu dekat.
Dukungan dari DPR dan program kerja yang terencana menjadi kunci dalam mencapai swasembada pangan.
Kementerian Pertanian Indonesia mengklaim bahwa impian Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan semakin dekat, meskipun produksi beras nasional pada tahun lalu mengalami penurunan. Menurut data, produksi beras pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 30,61 juta ton, turun dari 31,10 juta ton di tahun 2023. Namun, Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, menyatakan bahwa luas panen sawah yang meningkat di awal tahun ini memberikan harapan untuk swasembada pangan, dengan potensi luas panen tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Ali Jamil juga menjelaskan bahwa berbagai program kerja sedang dilakukan untuk mencapai swasembada pangan, seperti optimalisasi lahan dan cetak sawah. Ia optimis bahwa dengan dukungan dari DPR dan semua pihak, Indonesia bisa segera mencapai swasembada pangan. Beberapa program yang dijalankan termasuk memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi beras, yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam waktu dekat.
Analisis Ahli
Prof. Dr. Ir. H. Dedy Supriadi, M.Sc. (Pakarnya Tanaman Padi)
Optimalisasi lahan adalah langkah krusial, tetapi harus disertai peningkatan teknologi dan manajemen pertanian agar hasil produksi benar-benar meningkat secara signifikan.Dr. Eka Putra, Ahli Ekonomi Pangan
Swasembada pangan bukan hanya soal kuantitas produksi, tetapi juga kestabilan pasokan dan harga agar masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan pokoknya secara merata.

