AI summary
IHSG mengalami penurunan signifikan dan berpotensi merana menjelang libur lebaran. Saham emiten besar seperti AMMN dan BREN berkontribusi besar terhadap pelemahan IHSG. Investor cenderung melakukan aksi jual saham menjelang libur lebaran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan pada awal pekan ini, dengan penutupan pada 24 Maret 2025 di angka 6.161,22, turun 1,55% atau 97 poin. Meskipun sempat jatuh lebih dari 4,6% hingga ke level terendah dalam hampir empat tahun, IHSG berhasil memangkas kerugian setelah pengumuman jajaran pengurus Danantara. Sebanyak 134 saham naik, sementara 500 saham turun, dan 68 saham tidak bergerak. Seluruh sektor saham berada di zona merah, kecuali sektor teknologi.Koreksi IHSG ini dipicu oleh penurunan saham-saham besar, terutama dari sektor perbankan dan emiten yang dikuasai konglomerat. Saham tambang emas Salim dan emiten Grup Barito menjadi penyebab utama penurunan ini. Diperkirakan, transaksi di pasar saham akan sepi menjelang libur Lebaran, dengan banyak investor yang memilih untuk menjual saham atau menunda transaksi. Sejak awal tahun, IHSG telah turun 11,61%, dan dalam sebulan terakhir, investor asing telah menjual saham senilai Rp19,85 triliun.
Koreksi IHSG yang berkelanjutan menunjukkan sentimen negatif yang kuat dari pelaku pasar, khususnya investor asing yang terus melakukan penjualan besar-besaran. Hal ini memperlihatkan bahwa pasar belum pulih dari tekanan fundamental dan sentimen global, sehingga dibutuhkan stimulus atau kabar baik yang signifikan untuk membalikkan tren negatif ini.