Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IHSG Anjlok dan Net Foreign Sell Menciut, Pasar Saham Menuju Tekanan Lebaran

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
25 Mar 2025
122 dibaca
1 menit
IHSG Anjlok dan Net Foreign Sell Menciut, Pasar Saham Menuju Tekanan Lebaran

AI summary

IHSG mengalami koreksi signifikan pada awal pekan ini.
Investor asing melakukan penjualan bersih yang cukup besar di beberapa saham.
Kondisi pasar dipengaruhi oleh persiapan libur dan aksi ambil untung dari investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan pada awal pekan ini, dengan penutupan pada 24 Maret 2025 di angka 6.161,22, turun 1,55%. Dalam perdagangan tersebut, terdapat 134 saham yang naik, 500 saham yang turun, dan 68 saham yang tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,02 triliun, dan investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp160,62 miliar.Beberapa saham yang mengalami penjualan bersih terbesar oleh investor asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). Meskipun penjualan bersih asing mulai berkurang, IHSG diperkirakan masih akan mengalami tekanan karena banyak investor yang mulai menjual saham menjelang libur Lebaran. Jika IHSG menembus level 6.000, bisa jadi akan turun lebih jauh ke level 5.700. Sejak awal tahun, IHSG telah turun 11,61%.

Experts Analysis

Anwar Nasir (Ekonom Pasar Modal)
Koreksi IHSG saat ini dipicu oleh kombinasi faktor psikologis investor yang mulai mengamankan keuntungan sebelum liburan dan tekanan jual dari investor asing yang masih berlangsung. Jika tren ini berlanjut, IHSG akan sulit pulih dalam waktu dekat tanpa adanya sentimen positif kuat dari berita ekonomi makro ataupun kebijakan pemerintah.
Siti Rahmawati (Analis Saham Senior)
Teknis IHSG menunjukkan support kritis di level 6.000, dan jika kawasan ini gagal bertahan, target berikutnya di level 5.700 sangat mungkin dicapai. Investor disarankan untuk berhati-hati dan memantau aksi asing untuk menentukan arah pasar.
Editorial Note
Kondisi pasar saham Indonesia saat ini menunjukkan tanda-tanda volatilitas tinggi yang disebabkan oleh sentimen eksternal dan internal menjelang liburan besar, yang memang biasanya memicu aksi ambil untung oleh investor. Kewaspadaan terhadap tekanan jual asing yang masih ada sangat penting, terutama dengan level support kritikal yang sedang diuji, sehingga para pelaku pasar harus bersiap menghadapi potensi koreksi lebih dalam.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.