Petinggi Danantara Pastikan Investasi BUMN untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
24 Mar 2025
287 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Danantara berkomitmen untuk menjadi agen pertumbuhan ekonomi melalui investasi jangka panjang.
Kinerja fundamental perusahaan BUMN dianggap baik dan diharapkan dapat meningkatkan transparansi di pasar.
Diversifikasi portofolio investasi dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur untuk meminimalkan risiko.
Tiga petinggi Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjelaskan tentang kinerja saham BUMN dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang menurun. Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir mengatakan bahwa pengumuman pengurus Danantara yang baru dapat mengurangi kekhawatiran investor. Dia juga menekankan bahwa pengurus Danantara adalah profesional terbaik dan memahami risiko makroekonomi yang semakin besar. Pandu menambahkan bahwa kondisi pasar modal global juga sedang tidak stabil, bukan hanya di Indonesia.
Chief Operational Officer (COO) Dony Oskaria menyatakan bahwa perusahaan BUMN memiliki kinerja yang baik secara fundamental, dan Danantara berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa mereka akan mendiversifikasi portofolio bisnis dengan hati-hati agar investasi yang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dengan langkah-langkah ini, Danantara berharap dapat memberikan dampak positif bagi pasar.
Analisis Ahli
Pandu Sjahrir
Kondisi pasar modal saat ini memang bergejolak secara global, bukan hanya di Indonesia, dan fokus Danantara pada investasi jangka panjang bisa menambah stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi.Dony Oskaria
Fundamental perusahaan BUMN cukup baik, dan dengan transparansi serta tata kelola yang lebih baik di bawah Danantara, diharapkan pasar memberikan respons positif.Rosan Roeslani
Diversifikasi portofolio dengan komite berlapis akan memastikan investasi sesuai dengan parameter, mengurangi risiko, dan mendukung pengelolaan investasi yang sehat.


