PLA Mulai Gunakan AI DeepSeek untuk Mendukung Operasi Medis dan Militer
Teknologi
Kecerdasan Buatan
23 Mar 2025
162 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
PLA mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan.
DeepSeek digunakan dalam berbagai sektor, termasuk medis dan pelatihan, sebelum diterapkan dalam situasi pertempuran.
Kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti Huawei menunjukkan komitmen Tiongkok terhadap inovasi dalam militer.
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China sedang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan sendiri, bernama DeepSeek, untuk membantu operasi non-tempur dan dukungan. DeepSeek, yang merupakan model bahasa besar, digunakan di rumah sakit militer dan unit-unit lain untuk membantu dokter dalam merencanakan perawatan pasien. Misalnya, Rumah Sakit Umum Komando Teater Pusat PLA menggunakan model DeepSeek R1-70B untuk memberikan saran pengobatan. Selain itu, beberapa unit Polisi Bersenjata Rakyat (PAP) juga menggunakan aplikasi ini untuk membantu latihan fisik dan dukungan psikologis bagi tentara.
China berencana untuk memperluas penggunaan DeepSeek ke situasi tempur, dengan harapan AI ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan di medan perang. DeepSeek dapat memproses data secara real-time untuk memberikan pemahaman situasi yang lebih baik selama pertempuran. Dengan menguji teknologi ini dalam skenario non-tempur terlebih dahulu, PLA berharap dapat mengatasi tantangan teknis sebelum menggunakannya dalam situasi yang lebih berisiko.
Analisis Ahli
Ren Hao
Menggarisbawahi kolaborasi teknologi dengan Huawei sebagai langkah penting dalam membangun infrastruktur AI lokal yang kuat dan aman di sektor militer dan kesehatan.Guangming Daily
Menekankan potensi AI DeepSeek dalam mengubah cara intelijen militer bekerja, khususnya dalam situasi pertempuran yang menuntut respons cepat dan adaptasi dinamis.

