AI summary
PLA mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan. DeepSeek digunakan dalam berbagai sektor, termasuk medis dan pelatihan, sebelum diterapkan dalam situasi pertempuran. Kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti Huawei menunjukkan komitmen Tiongkok terhadap inovasi dalam militer. Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China sedang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan sendiri, bernama DeepSeek, untuk membantu operasi non-tempur dan dukungan. DeepSeek, yang merupakan model bahasa besar, digunakan di rumah sakit militer dan unit-unit lain untuk membantu dokter dalam merencanakan perawatan pasien. Misalnya, Rumah Sakit Umum Komando Teater Pusat PLA menggunakan model DeepSeek R1-70B untuk memberikan saran pengobatan. Selain itu, beberapa unit Polisi Bersenjata Rakyat (PAP) juga menggunakan aplikasi ini untuk membantu latihan fisik dan dukungan psikologis bagi tentara.China berencana untuk memperluas penggunaan DeepSeek ke situasi tempur, dengan harapan AI ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan di medan perang. DeepSeek dapat memproses data secara real-time untuk memberikan pemahaman situasi yang lebih baik selama pertempuran. Dengan menguji teknologi ini dalam skenario non-tempur terlebih dahulu, PLA berharap dapat mengatasi tantangan teknis sebelum menggunakannya dalam situasi yang lebih berisiko.
Integrasi AI untuk aplikasi medis dan non-tempur oleh PLA adalah langkah cerdas yang memungkinkan pengujian dan pematangan teknologi sebelum digunakan dalam situasi tempur yang kompleks. Namun, kesiapan teknologi dan etika penggunaan AI dalam konteks militer masih menjadi tantangan serius yang perlu diawasi dengan ketat.