Risiko Global Mengguncang Pasar Modal Indonesia, Namun Optimisme Tetap Ada
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Mar 2025
91 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Investor global khawatir terhadap risiko geopolitik yang dapat mempengaruhi pasar modal.
IHSG mengalami fluktuasi, tetapi perusahaan dengan fundamental baik mulai melakukan buyback.
Perekonomian Indonesia diharapkan tetap tumbuh meskipun ada tantangan dari kondisi global.
Herman Tjahjadi, CIO BRI Manajemen Investasi, menjelaskan bahwa ada beberapa risiko yang membuat investor global khawatir, seperti perang harga, konflik antara Ukraina dan Rusia, serta situasi geopolitik di Timur Tengah. Semua ini menciptakan ketidakpastian ekonomi yang tinggi. Dia juga menyebutkan bahwa ketika The Fed menurunkan suku bunga, hal ini bisa membantu meredakan kepanikan di pasar. Namun, banyak investor asing yang keluar dari Indonesia karena berbagai faktor, dan indeks saham Indonesia (IHSG) sempat turun.
Meskipun begitu, Herman percaya bahwa perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh dan aktivitas ekonomi akan terus berjalan. Dia mengingatkan bahwa pelaku pasar sering dipengaruhi oleh kondisi psikologis, sehingga penting untuk memberi waktu kepada pemerintah untuk menjalankan program-programnya agar pasar modal bisa maju.
Analisis Ahli
Herman Tjahjadi
Perang harga dan konflik geopolitik menciptakan ketidakpastian tinggi yang mempengaruhi pasar modal secara signifikan, namun masih ada potensi pemulihan lewat stimulus kebijakan moneter dan buyback saham.

