PBOC Suntik Rp134 Triliun Dukung Pasar Obligasi Cina yang Mulai Bangkit
Bisnis
Ekonomi Makro
20 Mar 2025
124 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
PBOC meningkatkan injeksi dana untuk mendukung pasar obligasi.
Yields obligasi pemerintah Tiongkok mengalami penurunan yang berkelanjutan.
Pasar obligasi menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah dukungan dari bank sentral.
Obligasi pemerintah China mengalami pemulihan setelah bank sentral negara tersebut meningkatkan dukungan pendanaan jangka pendek. Yields atau imbal hasil dari obligasi 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 1,84%, dan ini adalah penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Bank Rakyat China (PBOC) telah menambahkan total 973,2 miliar yuan (sekitar Rp 2.25 quadriliun ($134,6 miliar) ) ke pasar uang dalam empat hari terakhir, setelah dua minggu sebelumnya mengurangi jumlah uang yang beredar. Ini menunjukkan bahwa pemerintah semakin khawatir tentang risiko yang muncul akibat penurunan nilai obligasi.
Para analis percaya bahwa injeksi dana dari PBOC akan mencegah penjualan obligasi semakin parah dan membantu memulihkan kepercayaan di pasar obligasi. Dengan dukungan ini, pasar obligasi berpotensi memasuki fase yang lebih positif.
Analisis Ahli
Liu Yu
Dengan dukungan berkelanjutan dari PBOC, pasar obligasi tidak hanya dapat mencegah pelemahan lebih lanjut tetapi juga berpotensi memasuki fase bullish moderat, yang sangat penting untuk pemulihan ekonomi.