IHSG Melemah Tajam Dipicu Sektor Finansial dan Sentimen Global yang Negatif
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
21 Mar 2025
265 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
IHSG mengalami pelemahan signifikan dipengaruhi oleh sektor finansial.
Pembagian THR diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
RUPS menjadi momen penting bagi investor untuk menantikan dividen dari emiten.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat, 21 Maret 2025, dengan penurunan mencapai 1,43% dan total transaksi mencapai Rp 4,40 triliun. Sebagian besar sektor di bursa saham mengalami penurunan, terutama sektor finansial yang turun hingga 3%. Beberapa perusahaan besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI) menjadi penyebab utama penurunan IHSG. Meskipun ada sektor teknologi yang menguat, secara keseluruhan pasar saham masih dalam kondisi yang kurang baik.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Jepang dan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) yang diharapkan dapat mendorong perekonomian menjelang Lebaran. Selain itu, ada juga Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan berlangsung, di mana investor berharap ada pembagian dividen dari emiten-emiten yang memiliki kinerja baik. Meskipun ada tantangan dari kondisi ekonomi global, acara Capital Market Forum 2025 diharapkan dapat memberikan pandangan optimis tentang pasar modal Indonesia.
Analisis Ahli
Ekonom Senior BI
Ketatnya inflasi Jepang dan kebijakan suku bunga yang stabil menunjukkan tekanan global yang perlu diwaspadai oleh pasar domestik, sehingga penguatan IHSG harus didukung oleh faktor fundamental ekonomi dalam negeri yang kuat.Analis Pasar Modal
Musim RUPS dan pembagian dividen biasanya menjadi katalis positif jangka pendek, namun risiko pelemahan berlanjut akan besar jika kondisi eksternal tidak membaik, terutama di Amerika Serikat.

