Terobosan Baterai Quasi-Lithium: Aman dan Bisa Tembus 1000 Km Sekali Cas
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
21 Mar 2025
84 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian ini berpotensi meningkatkan jarak tempuh mobil listrik hingga 1.000 kilometer.
Tim peneliti berhasil mengidentifikasi dan mengatasi masalah oksigen yang berbahaya dalam baterai.
Pendekatan inovatif mereka dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan energi baterai.
Tim peneliti dari Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST) telah membuat kemajuan penting dalam mengatasi tantangan baterai generasi berikutnya. Mereka fokus pada bahan katoda baru yang disebut quasi-lithium, yang dapat memungkinkan mobil listrik menempuh jarak hingga 1.000 kilometer dengan sekali pengisian. Namun, tantangan besar adalah risiko pelepasan gas oksigen yang berbahaya saat pengisian daya pada tegangan tinggi. Tim UNIST menemukan bahwa gas oksigen ini dilepaskan saat pengisian di atas 4,25 volt, yang dapat merusak struktur baterai dan berpotensi menyebabkan ledakan.
Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mengusulkan pendekatan inovatif dengan mengganti beberapa logam transisi dalam quasi-lithium dengan elemen yang memiliki elektronegativitas lebih rendah. Perubahan ini membantu mencegah oksidasi oksigen dan mengurangi pelepasan gas. Selain meningkatkan keamanan, strategi ini juga memungkinkan baterai menyimpan lebih banyak energi, sehingga meningkatkan kapasitas penyimpanan baterai. Penelitian ini didukung oleh National Research Foundation of Korea (NRF) dan dipublikasikan di jurnal Science Advances.
Analisis Ahli
John B. Goodenough
Pendekatan substitusi elemen untuk mengatur elektron dalam katoda merupakan langkah strategis penting yang bisa memecahkan masalah fundamental oksigen aktif.Linda Nazar
Penemuan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam batas voltase baterai lithium dengan keamanan tinggi, membuka jalan bagi baterai berkapasitas sangat tinggi di masa depan.

