TLDR
Penggunaan barcode dalam transaksi BBM bersubsidi bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan subsidi. Pemerintah mengeluarkan anggaran yang besar untuk subsidi BBM, mencapai Rp 150 triliun per tahun. Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa penggunaan barcode atau QR CODE saat membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia bertujuan untuk memastikan bahwa subsidi tersebut tepat sasaran. Dengan adanya barcode, pemerintah dapat mencegah penyalahgunaan, seperti pembelian BBM oleh orang yang tidak berhak, misalnya dengan menggunakan mobil yang dimodifikasi untuk menampung lebih banyak BBM.Bahlil juga menekankan pentingnya penyaluran BBM bersubsidi yang tepat agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkannya. Pemerintah mengeluarkan sekitar Rp 150 triliun setiap tahun untuk subsidi BBM, sehingga penting untuk menjaga agar subsidi ini tidak disalahgunakan. Meskipun sistem ini belum sempurna, pemerintah terus berupaya memperbaikinya agar lebih efektif.