Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Investor Beralih ke Obligasi Karena Imbal Hasil Lebih Baik dari Saham

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
20 Mar 2025
59 dibaca
1 menit
Investor Beralih ke Obligasi Karena Imbal Hasil Lebih Baik dari Saham

AI summary

Investor lebih memilih obligasi karena imbal hasil yang lebih baik.
Kinerja IHSG mengalami penurunan signifikan di tahun 2024.
Bank Indonesia mencatat adanya pergeseran investasi dari saham ke instrumen lain seperti emas.
Investor di Indonesia kini lebih memilih berinvestasi di obligasi daripada saham. Hal ini terjadi karena imbal hasil obligasi lebih baik dibandingkan dengan saham. Sepanjang tahun 2024, imbal hasil obligasi mencapai 4,66%, sementara saham di Jakarta Stock Exchange mengalami penurunan sebesar 2,19%. Banyak investor, termasuk institusi seperti asuransi dan dana pensiun, terus membeli obligasi, dengan total pembelian mencapai Rp103,9 triliun.Selain itu, Bank Indonesia juga mencatat adanya pergeseran dalam cara investor menempatkan uang mereka. Banyak yang mengurangi investasi di saham dan beralih ke emas. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa sebelumnya banyak investasi yang diarahkan ke Amerika Serikat, tetapi kini lebih banyak yang berinvestasi di dalam negeri.

Experts Analysis

Handy Yunianto
Investor cenderung memilih obligasi karena kondisi makro ekonomi global yang melambat membuat obligasi menjadi pilihan aman.
Perry Warjiyo
Ada pergeseran global dan domestik dalam portofolio investasi yang mengurangi saham dan beralih ke emas serta instrumen yang lebih aman.
Editorial Note
Peralihan ini menunjukkan bahwa investor semakin berhati-hati terhadap volatilitas pasar saham dan memilih instrumen dengan risiko lebih rendah dan imbal hasil lebih stabil seperti obligasi. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pasar modal saham Indonesia perlu strategi adaptif untuk menarik kembali minat investor di tengah perlambatan ekonomi global.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.