Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mari Elka: Penurunan Pasar Saham RI Sebabkan Persepsi dan Ketidakpastian

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
19 Mar 2025
76 dibaca
1 menit
Mari Elka: Penurunan Pasar Saham RI Sebabkan Persepsi dan Ketidakpastian

AI summary

Kekhawatiran pasar saham lebih disebabkan oleh persepsi ketidakpastian daripada kondisi fundamental ekonomi.
Pemerintah perlu menjaga pertumbuhan ekonomi melalui realokasi anggaran dan disiplin fiskal.
Transparansi dan tata kelola yang baik dalam pengelolaan BUMN sangat penting untuk mendukung kepercayaan pasar.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, menjelaskan bahwa penurunan pasar saham Indonesia disebabkan oleh persepsi pasar yang khawatir akan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Meskipun kondisi ekonomi secara umum stabil, ada kekhawatiran terkait penurunan nilai impor, tingkat deposito di bank, dan penerimaan pajak. Mari Elka merekomendasikan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi melalui realokasi anggaran dan menegaskan komitmen untuk menjaga keuangan yang sehat.Dia juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik di Badan Pengelola Investasi dan menolak anggapan bahwa penurunan indeks saham disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang tidak mendukung pasar. Menurutnya, masalah ini lebih berkaitan dengan persepsi dan ketidakjelasan yang ada, sehingga perlu penjelasan yang lebih baik untuk mengurangi ketidakpastian di pasar.

Experts Analysis

Mari Elka Pangestu
Penurunan pasar saham lebih disebabkan oleh persepsi negatif dan ketidakjelasan kebijakan, bukan karena kondisi ekonomi yang buruk. Penting untuk menjaga disiplin fiskal dan tata kelola yang profesional guna membangun kembali kepercayaan pasar.
Editorial Note
Ketidakjelasan kebijakan dan persepsi negatif pasar sering kali memicu reaksi berlebihan di pasar saham, padahal kondisi fundamental belum memburuk secara signifikan. Pemerintah sebaiknya fokus pada komunikasi yang transparan dan percepatan kebijakan yang mendukung pertumbuhan agar kekhawatiran pasar berkurang dan kepercayaan investor pulih.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.