Bank Indonesia Borong SBN Rp70,7 Triliun untuk Jaga Rupiah Stabil
Bisnis
Ekonomi Makro
19 Mar 2025
98 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Bank Indonesia aktif membeli surat berharga negara untuk menjaga likuiditas.
Ekspansi likuiditas dilakukan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.
Pembelian SBN dilakukan di pasar sekunder dan primer sesuai dengan kebijakan moneter.
Bank Indonesia (BI) sedang aktif membeli surat berharga negara (SBN) untuk meningkatkan likuiditas di pasar keuangan. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa total pembelian SBN telah mencapai Rp 70,7 triliun. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah, meskipun BI tidak menurunkan suku bunga acuan. Dengan membeli SBN, BI berusaha menyuplai lebih banyak rupiah ke pasar dan mengurangi pasokan dolar.
Dari total pembelian tersebut, Rp 47,3 triliun berasal dari pasar sekunder, sementara Rp 23,4 triliun dibeli dari pasar primer, termasuk surat perbendaharaan negara. Perry menekankan bahwa semua pembelian SBN dilakukan sesuai dengan kebijakan moneter yang ada, untuk memastikan stabilitas ekonomi Indonesia.
Analisis Ahli
Perry Warjiyo
Pembelian SBN adalah langkah perlu untuk ekspansi likuiditas sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa harus menurunkan suku bunga acuan.

