Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank Indonesia Laporkan Pertumbuhan Kredit 10,3%, Optimisme Ekonomi 2025

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
19 Mar 2025
211 dibaca
1 menit
Bank Indonesia Laporkan Pertumbuhan Kredit 10,3%, Optimisme Ekonomi 2025

AI summary

Pertumbuhan kredit di Indonesia menunjukkan tren positif dengan dukungan dari kinerja korporasi.
Kredit investasi mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan jenis kredit lainnya.
Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga likuiditas dan stabilitas sistem perbankan melalui kebijakan yang akomodatif.
Bank Indonesia melaporkan bahwa pertumbuhan kredit pada Februari 2025 mencapai 10,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan dari perusahaan yang masih positif, terutama pada kredit investasi yang tumbuh 14,6%. Sementara itu, kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh 7,66% dan 10,31%. Namun, pembiayaan syariah tumbuh lebih lambat, yaitu 9,15%, dan kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hanya tumbuh 2,51%.Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa likuiditas bank dalam kondisi baik dengan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga sebesar 26,3%. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga terjaga, dengan NPL bruto sebesar 2,18% dan NPL nett 0,79%. Perry menambahkan bahwa ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong pertumbuhan kredit dengan kebijakan yang mendukung.

Experts Analysis

Perry Warjiyo
Pertumbuhan kredit yang solid dan rasio kesehatan bank yang baik memperlihatkan ketahanan sistem perbankan Indonesia di tengah tantangan global. Kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Editorial Note
Pertumbuhan kredit yang positif menunjukkan bahwa sektor korporasi dan investasi mulai kembali menggeliat, namun perlunya perhatian lebih pada pembiayaan syariah dan UMKM yang masih tumbuh lambat agar inklusivitas keuangan merata. Bank Indonesia sudah menunjukkan langkah tepat dengan menjaga likuiditas dan modal bank, namun fokus kebijakan harus diarahkan agar risiko kredit bisa tetap terkendali sambil mendorong ekspansi kredit secara seimbang.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.