Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bagaimana Pergantian Presiden Trump Mempercepat Akuisisi Google atas Wiz Senilai Rp 534.40 triliun ($32 Miliar)

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (1y ago) cyber-security (1y ago)
19 Mar 2025
142 dibaca
1 menit
Bagaimana Pergantian Presiden Trump Mempercepat Akuisisi Google atas Wiz Senilai Rp 534.40 triliun ($32 Miliar)

Rangkuman 15 Detik

Google berhasil mengakuisisi Wiz setelah negosiasi yang panjang dan tawaran yang lebih tinggi.
Perubahan dalam kebijakan antitrust di bawah Donald Trump memberikan kepercayaan lebih bagi perusahaan untuk melanjutkan kesepakatan.
Biaya pemutusan yang tinggi menjadi faktor penting dalam keputusan Wiz untuk menerima tawaran Google.
Google baru saja menyelesaikan kesepakatan untuk membeli perusahaan keamanan siber asal Israel, Wiz, seharga Rp 534.40 triliun ($32 miliar) . Kesepakatan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam dunia teknologi. Awalnya, Google menawarkan Rp 384.10 triliun ($23 miliar) , tetapi setelah negosiasi yang panjang, mereka meningkatkan tawaran dan juga menaikkan biaya pemutusan kontrak jika kesepakatan gagal menjadi lebih dari Rp 53.44 triliun ($3,2 miliar) . Perubahan kepemimpinan di Gedung Putih setelah Donald Trump dilantik memberikan harapan bahwa proses pemeriksaan antitrust akan lebih mudah, sehingga membantu mempercepat kesepakatan ini. Wiz sebelumnya mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) sebelum akhirnya setuju untuk dijual ke Google. Para eksekutif Wiz merasa tawaran baru dari Google sangat menarik karena nilai perusahaan mereka meningkat 39% dibandingkan tawaran sebelumnya. Meskipun ada kekhawatiran tentang kemungkinan masalah regulasi, kepercayaan diri meningkat setelah penunjukan pejabat baru di pemerintahan Trump yang dianggap lebih ramah terhadap bisnis besar.

Analisis Ahli

Anirban Sen
Akuisisi ini menandai salah satu kesepakatan terbesar di sektor teknologi dan menekankan pentingnya kepemimpinan dalam antitrust yang dapat memengaruhi hasil bisnis utama.
Krystal Hu
Kesepakatan ini menunjukkan bagaimana dinamika politik di AS bisa berdampak langsung pada strategi investasi dan pengembangan usaha startup teknologi.