Freeport Resmikan Pabrik Emas Terbesar, Target Penjualan ke ANTM dan Pasar Dalam Negeri
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
18 Mar 2025
257 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pabrik penghasil emas di Gresik diharapkan dapat meningkatkan produksi logam mulia di Indonesia.
PT Freeport Indonesia telah menjalin kontrak penjualan emas dengan PT Aneka Tambang Tbk.
Investasi emas dianggap sebagai pilihan yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah Indonesia baru saja meresmikan pabrik pengolahan emas terbesar di Gresik, Jawa Timur, milik PT Freeport Indonesia. Pabrik ini dapat menghasilkan sekitar 50-60 ton emas batangan setiap tahun. Dari jumlah tersebut, PT Freeport sudah menjalin kontrak dengan PT Aneka Tambang Tbk untuk 30 ton per tahun, sementara sisanya akan diprioritaskan untuk pasar dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa investasi di bidang emas adalah pilihan yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pabrik ini merupakan bagian dari smelter konsentrat tembaga yang juga ada di Gresik, yang merupakan smelter terbesar di dunia dengan investasi mencapai US$ 4,2 miliar. Bahlil menambahkan bahwa emas yang dihasilkan dari pabrik ini sudah memiliki sertifikat internasional, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk berinvestasi.
Analisis Ahli
Dr. Rini Wulandari, ekonom sumber daya alam
Investasi sebesar US$ 630 juta pada fasilitas PMR ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia mulai serius memprioritaskan sektor hilirisasi pertambangan, yang dapat menstabilkan ekonomi nasional dari fluktuasi harga komoditas global.
