Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Wall Street Turunkan Target S&P 500 Tahun Ini Karena Pelemahan Ekonomi AS

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
17 Mar 2025
254 dibaca
1 menit
Wall Street Turunkan Target S&P 500 Tahun Ini Karena Pelemahan Ekonomi AS

AI summary

Proyeksi S&P 500 telah diturunkan oleh beberapa analis karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.
RBC Capital Markets memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS hanya 1,6% tahun ini.
Kondisi pasar saham dapat memburuk jika pertumbuhan GDP jatuh di bawah 1%.
Seorang analis dari RBC Capital Markets, Lori Calvasina, menurunkan target akhir tahun untuk indeks S&P 500 dari 6.600 menjadi 6.200 karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi AS. Penurunan ini terjadi setelah indeks S&P 500 mengalami penurunan 10% baru-baru ini. Tim ekonomi RBC juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya 1,6% tahun ini, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang 2%. Calvasina mencatat bahwa pasar saham sering kali mengalami penurunan ketika pertumbuhan GDP berada dalam kisaran yang lambat.Selain itu, beberapa perusahaan sudah mulai memangkas proyeksi pendapatan mereka untuk kuartal pertama. Calvasina memperkirakan pendapatan per saham untuk S&P 500 pada akhir 2025 akan menjadi $264, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Dia juga menyebutkan bahwa jika pertumbuhan GDP jatuh di bawah 1%, pasar saham kemungkinan akan mengalami tahun yang lebih buruk. Meskipun S&P 500 sudah turun 10%, Calvasina tidak yakin apakah ini adalah kesempatan untuk membeli saham.

Experts Analysis

Lori Calvasina
Penurunan target mencerminkan kenyataan pasar yang lebih sulit dan outlook ekonomi yang lebih lemah, meskipun belum pasti terjadi koreksi yang lebih dalam.
David Kostin
Perkiraan baru memperhitungkan risiko pertumbuhan melambat dan ketidakpastian yang meningkatkan premi risiko di pasar saham.
Editorial Note
Penurunan target S&P 500 mencerminkan kewaspadaan yang tepat dari analis mengingat ketidakpastian ekonomi saat ini yang dipicu oleh kebijakan tarif dan perlambatan pertumbuhan. Investor harus lebih berhati-hati dan realistis dalam mengelola ekspektasi mereka, terutama mengingat volatilitas yang bisa terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.