Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kebijakan Tarif AS Picu Ancaman Krisis Ekonomi di Jerman dan Global

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
17 Mar 2025
183 dibaca
1 menit
Kebijakan Tarif AS Picu Ancaman Krisis Ekonomi di Jerman dan Global

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS dapat memicu resesi di negara-negara sekutu.
Ketidakpastian dalam hubungan perdagangan dapat mengganggu investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Resesi dapat terjadi jika tarif terus diberlakukan, mempengaruhi ekonomi global secara keseluruhan.
Banyak negara kini menghadapi ancaman krisis ekonomi akibat kebijakan perang dagang yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Jerman, salah satu negara terkaya di Eropa, diperkirakan akan mengalami resesi tahun ini karena tarif tinggi yang dikenakan pada barang impor, termasuk baja dan aluminium. Ekonomi Jerman sudah mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut, dan ketergantungan pada energi dari Rusia semakin memperburuk situasi. Selain itu, Kanada juga merasakan dampak serupa dengan pemangkasan suku bunga oleh bank sentralnya untuk mengatasi tekanan ekonomi. Di Korea Selatan, perusahaan-perusahaan juga khawatir akan krisis ekonomi terburuk sejak 1997, dengan banyak yang percaya bahwa kondisi akan memburuk. Di AS, ada kemungkinan 50% terjadinya resesi jika tarif baru diterapkan, yang dapat merusak pertumbuhan ekonomi. Banyak ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan melambat, dan pasar saham juga terguncang oleh ketidakpastian ini. Trump sendiri menyebut situasi ini sebagai "masa transisi" dan berjanji untuk mengembalikan kejayaan ekonomi AS.

Analisis Ahli

Joachim Nagel
Tarif impor tersebut merupakan kebijakan yang tidak baik dan bisa mendorong resesi ekonomi di Jerman, dengan konsekuensi bagi ekonomi Amerika sendiri.
Tiff Macklem
Perang tarif yang berlarut-larut dapat memperlambat pertumbuhan PDB, mengganggu pemulihan pasar kerja, dan menimbulkan dilema dalam keputusan suku bunga.
JPMorgan
Ada peluang signifikan sampai 50% terjadinya resesi AS akibat kebijakan tarif yang diterapkan penuh.
Goldman Sachs dan Morgan Stanley
Proyeksi pertumbuhan ekonomi AS diturunkan masing-masing ke 1,7% dan 1,5%, mencerminkan kekhawatiran akibat bukti perlambatan ekonomi.