TLDR
Lisensi yang membatasi pada model AI menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan yang ingin mengadopsinya. Ada kebutuhan mendesak untuk model AI yang dapat diintegrasikan dan dimodifikasi tanpa risiko hukum. Penyedia model AI diharapkan untuk beralih ke kerangka lisensi terbuka untuk mendukung kolaborasi yang lebih baik. Minggu ini, Google meluncurkan model AI baru bernama Gemma 3 yang mendapat banyak pujian karena efisiensinya. Namun, banyak pengembang yang mengeluhkan bahwa lisensi Gemma 3 membuat penggunaan komersialnya berisiko. Ini bukan masalah yang hanya dihadapi Gemma 3; perusahaan lain seperti Meta juga menerapkan syarat lisensi yang rumit untuk model-model mereka. Banyak perusahaan, terutama yang lebih kecil, khawatir bahwa Google dan perusahaan besar lainnya bisa mengubah syarat lisensi secara tiba-tiba, yang dapat merugikan bisnis mereka.Beberapa pengembang model AI memilih lisensi khusus karena alasan tertentu, tetapi ini sering kali membuat penggunaan model tersebut menjadi sulit bagi perusahaan. Misalnya, lisensi Llama dari Meta melarang penggunaan hasil model untuk meningkatkan model lain, sementara lisensi Gemma memberikan hak kepada Google untuk membatasi penggunaan model jika dianggap melanggar kebijakan. Banyak ahli berpendapat bahwa lisensi seperti ini tidak bisa disebut "open source" karena membingungkan dan membatasi. Mereka berharap perusahaan-perusahaan besar seperti Google akan menggunakan lisensi yang lebih terbuka agar lebih banyak orang dapat menggunakan dan mengembangkan model-model ini tanpa takut akan masalah hukum.