Ancaman Hilangnya Akses Ekspor Daging AS ke China Karena Pendaftaran Berakhir
Bisnis
Ekonomi Makro
14 Mar 2025
139 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kehilangan akses ke pasar Cina dapat merugikan industri daging AS hingga $5 miliar.
Cina telah mengenakan tarif balasan terhadap produk pertanian AS, termasuk daging.
Registrasi pabrik daging yang kedaluwarsa dapat mengancam pasokan dan perdagangan daging antara AS dan Cina.
Ratusan pabrik daging di AS yang mendapatkan akses ke pasar China melalui kesepakatan perdagangan "Phase 1" pada tahun 2020 akan kehilangan izin ekspor pada hari Minggu. Ini bisa mengancam sekitar Rp 83.50 triliun ($5 miliar) perdagangan daging ke China, yang merupakan pasar daging terbesar di dunia. China telah memberlakukan tarif balasan terhadap produk pertanian AS, termasuk daging babi dan sapi, yang membuat situasi semakin sulit bagi petani AS. Pendaftaran hampir 1.000 pabrik daging di AS, termasuk milik Tyson Foods dan Cargill, akan kedaluwarsa, dan meskipun beberapa pabrik telah mendapatkan perpanjangan, banyak yang belum jelas statusnya.
Pemerintah AS, melalui Departemen Pertanian, sedang berusaha untuk memperbarui pendaftaran pabrik-pabrik ini, tetapi China belum memberikan tanggapan. Jika pendaftaran tidak diperbarui, dampaknya bisa mencapai lebih dari Rp 83.50 triliun ($5 miliar) , terutama bagi eksportir bagian daging yang kurang diminati di dalam negeri, seperti kaki ayam dan bagian daging babi tertentu. Kesepakatan "Phase 1" seharusnya meningkatkan pembelian produk AS oleh China, tetapi target tersebut tidak tercapai, terutama setelah pandemi.
Analisis Ahli
Joe Schuele
Menggambarkan situasi ini sebagai kondisi yang sangat berisiko bagi eksportir dengan pendaftaran yang hampir habis masa berlakunya dan menegaskan bahwa isu ini menjadi perhatian utama di kalangan eksportir.