Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

HSBC Terapkan Kontrak Gig Economy untuk Potong Biaya dan Restrukturisasi

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (1y ago) banking-and-financial-services (1y ago)
13 Mar 2025
184 dibaca
1 menit
HSBC Terapkan Kontrak Gig Economy untuk Potong Biaya dan Restrukturisasi

Rangkuman 15 Detik

HSBC menerapkan kontrak kerja jangka pendek untuk mengurangi biaya.
Georges Elhedery berusaha mengurangi pengeluaran bank secara signifikan.
Restrukturisasi HSBC menciptakan fokus baru pada pasar Asia dan Timur Tengah.
HSBC, bank besar yang memiliki 211.000 karyawan di seluruh dunia, telah mempekerjakan beberapa stafnya dengan kontrak jangka pendek sebagai bagian dari upaya penghematan biaya yang dipimpin oleh CEO baru mereka, Georges Elhedery. Beberapa banker diberikan kontrak selama tiga hingga enam bulan untuk menyelesaikan proyek yang masih ada sebelum divisi mereka ditutup. Ini mirip dengan kontrak di ekonomi gig, di mana pekerja dipekerjakan hanya untuk menyelesaikan tugas tertentu. Elhedery berencana untuk mengurangi biaya bank sebesar Rp 25.05 triliun ($1,5 miliar) dan memangkas gaji karyawan hingga 8%, yang bisa berarti kehilangan ribuan pekerjaan. Dia juga telah merombak struktur bank dengan membagi HSBC menjadi empat unit dan menggabungkan bank investasi dan bank komersial. Meskipun ada spekulasi tentang kemungkinan pemisahan bank, HSBC menegaskan tidak ada rencana untuk itu dan tetap fokus pada pasar di Asia dan Timur Tengah.

Analisis Ahli

Emilie Cole
Menggambarkan situasi ini sebagai perluasan gig economy ke sektor perbankan yang tradisional, mengindikasikan perubahan besar dalam pola kerja di industri keuangan.