Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN 2025 Tetap Sesuai Target di Tengah Tantangan

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
13 Mar 2025
184 dibaca
1 menit
Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN 2025 Tetap Sesuai Target di Tengah Tantangan

AI summary

Defisit APBN Indonesia direncanakan tetap pada 2,53% dari PDB hingga 2025.
Pada awal tahun ini, defisit APBN sudah mencapai Rp 31,2 triliun, berbeda dengan surplus pada tahun-tahun sebelumnya.
Proyeksi lembaga internasional menunjukkan kemungkinan pelebaran defisit APBN di tahun ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Indonesia hingga akhir 2025 akan tetap sesuai target pemerintah, yaitu sebesar Rp 616,2 triliun atau 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun di awal tahun ini APBN sudah mengalami defisit sebesar Rp 31,2 triliun, Sri Mulyani menegaskan bahwa postur APBN tetap akan dijaga sesuai dengan undang-undang yang ada.Sebelumnya, dalam tiga tahun terakhir, APBN Indonesia justru mencatat surplus, yaitu kelebihan anggaran. Namun, tahun ini diperkirakan defisit akan melebar, dengan beberapa lembaga internasional seperti Nomura memprediksi defisit bisa mencapai 3,4%. Sri Mulyani meminta agar tidak terburu-buru dalam mengungkapkan proyeksi defisit lebih lanjut sebelum laporan resmi disampaikan kepada DPR.

Experts Analysis

Mohammad Faisal (Ekonom Senior)
Defisit yang mulai membengkak di awal tahun menandakan bahwa tekanan fiskal cukup besar, terutama dari sisi belanja negara. Pemerintah harus mempercepat reformasi pajak dan mencari alternatif sumber pendapatan agar defisit tetap terkendali.
Afwan M. Zaidi (Analis Keuangan)
Proyeksi defisit di atas 3% dari PDB memang realistis, mengingat kondisi global yang tidak pasti dan kebutuhan pembiayaan untuk program pemerintah yang cukup besar. Fokus utama harus pada kontrol defisit tanpa menghambat pemulihan ekonomi.
Editorial Note
Pernyataan Sri Mulyani sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan publik, namun melihat tren defisit awal tahun, sulit untuk menepis risiko pelebaran defisit. Pemerintah harus segera menyusun strategi efisiensi pengeluaran dan meningkatkan penerimaan negara agar tidak terjadi tekanan fiskal yang lebih dalam di paruh kedua tahun 2025.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.