TLDR
Zhipu AI berhasil mendapatkan pendanaan signifikan dari Huafa Group untuk mendukung inovasi teknologi. Persaingan di sektor AI di Tiongkok semakin ketat dengan munculnya DeepSeek sebagai pesaing utama. Zhipu AI menghadapi tantangan dalam akses teknologi dari AS akibat kontrol ekspor yang diterapkan. Zhipu AI, sebuah startup kecerdasan buatan (AI) asal China, baru saja mendapatkan investasi sebesar 500 juta yuan (sekitar 69 juta dolar AS) dari Huafa Group, sebuah perusahaan milik negara. Ini terjadi hanya seminggu setelah Zhipu mengumumkan penggalangan dana sebesar 1 miliar yuan. Investasi ini menunjukkan persaingan antara kota-kota di China untuk mendukung startup AI yang dianggap penting dalam persaingan teknologi dengan Amerika Serikat.Zhipu AI, yang didirikan pada tahun 2019 dan dikenal sebagai salah satu "harimau AI" di China, telah menarik perhatian banyak investor besar seperti Tencent dan Xiaomi. Uang yang baru didapatkan akan digunakan untuk mengembangkan teknologi dan model dasar AI mereka. Namun, pada bulan Januari, Zhipu dan anak perusahaannya dimasukkan ke dalam daftar kontrol ekspor Departemen Perdagangan AS, yang membatasi mereka untuk membeli komponen dari AS.