Pengaruh Politik Elon Musk Terhadap Penjualan dan Citra Tesla di Amerika
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
13 Mar 2025
241 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Banyak konsumen Tesla merasa terasing akibat tindakan politik Elon Musk.
Nilai jual kembali mobil Tesla mengalami penurunan yang signifikan, terutama di kalangan konsumen yang lebih liberal.
Protes terhadap Tesla dan Musk menunjukkan dampak politik terhadap keputusan konsumen dalam membeli kendaraan.
David Andreone, seorang warga Culver City, memutuskan untuk menjual mobil Tesla Model 3 hitamnya seharga Rp 584.50 juta ($35,000 k) arena merasa tidak nyaman dengan hubungan merek tersebut dengan pendirinya, Elon Musk, yang kini terlibat dalam pemerintahan Trump. Banyak pemilik Tesla lainnya juga merasa malu atau kecewa dengan tindakan Musk yang dianggap bertentangan dengan tujuan awal mobil listrik, yaitu mengatasi perubahan iklim. Beberapa dari mereka bahkan menempelkan stiker di mobil mereka untuk menunjukkan bahwa mereka membeli mobil sebelum Musk mengambil peran politiknya yang baru.
Sementara itu, saham Tesla mengalami penurunan yang signifikan, dan nilai jual kembali mobil bekas Tesla juga turun drastis. Banyak orang yang sebelumnya mendukung Tesla kini merasa dikhianati oleh Musk dan mempertimbangkan untuk menjual mobil mereka. Meskipun Tesla masih menjadi pemimpin di pasar mobil listrik, ketidakpuasan terhadap Musk dapat mempengaruhi penjualan dan reputasi merek tersebut di kalangan konsumen, terutama di kalangan yang lebih liberal.
Analisis Ahli
Karl Brauer
Penurunan harga jual kembali menunjukkan permintaan yang jatuh drastis karena faktor politik yang makin terasosiasi dengan Musk.Dan Ives
Musk harus lebih baik mengatur antara tanggung jawab politisnya dan posisinya sebagai CEO Tesla agar tidak membahayakan brand.Sam Abuelsamid
Pergeseran persona Musk dari aktivis lingkungan ke figur konservatif menyebabkan pelanggan Tesla merasa kehilangan alasan utama mereka membeli mobil tersebut.