Penundaan Tarif AS dan Investasi Pertahanan Dorong Saham Naik 1,1%
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
06 Mar 2025
269 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pengumuman penundaan tarif untuk produsen mobil AS memberikan dorongan positif bagi pasar saham.
Saham CrowdStrike menunjukkan bahwa meskipun hasil kuartalan baik, panduan masa depan yang buruk dapat mempengaruhi harga saham.
Inovasi dalam industri bioteknologi, seperti yang dilakukan oleh Moderna, dapat menghasilkan lonjakan signifikan dalam nilai saham.
Pada hari Rabu, 5 Maret, indeks S&P 500 naik 1,1% setelah pemerintah AS mengumumkan penundaan tarif yang berdampak pada produsen mobil. Saham perusahaan pembuat kapal militer, Huntington Ingalls Industries, melonjak setelah Presiden Donald Trump membahas rencana investasi di industri tersebut. Meskipun laporan pekerjaan menunjukkan pertumbuhan sektor swasta yang lebih lambat dari yang diharapkan, pasar saham berbalik naik setelah pengumuman tersebut. Saham Moderna juga naik 15,9% setelah perusahaan mengumumkan rencana untuk merilis vaksin kanker yang dipersonalisasi pada tahun 2027.
Namun, saham CrowdStrike turun 6,3% setelah perusahaan memberikan proyeksi yang kurang baik untuk tahun depan, meskipun mereka melaporkan penjualan dan keuntungan yang lebih baik dari yang diperkirakan. Selain itu, harga minyak mentah turun setelah OPEC mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi, yang berdampak negatif pada saham perusahaan energi seperti Marathon Petroleum dan Valero Energy. Saham ResMed juga turun 3,3% setelah analis mengurangi target harga mereka, mengkhawatirkan prospek perangkat medis untuk gangguan tidur.
Analisis Ahli
Janet Yellen
Langkah penundaan tarif akan membantu mengurangi tekanan inflasi jangka pendek dan memberikan ruang bagi sektor manufaktur untuk beradaptasi, namun tetap perlu diperhatikan risiko jangka panjang dari kebijakan dagang yang tidak pasti.Mark Cuban
Investasi dalam sektor pertahanan dan teknologi yang inovatif seperti vaksin personalisasi adalah strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan ekonomi kedepan, meskipun pasar akan tetap fluktuatif akibat faktor geopolitik.