Kebijakan Tarif Trump Picu Kekhawatiran Resesi dan Anjloknya Pasar Saham
Bisnis
Ekonomi Makro
11 Mar 2025
285 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif Trump dapat berpotensi menyebabkan resesi dan inflasi.
Reaksi pasar saham menunjukkan ketidakpastian terhadap kebijakan ekonomi yang diusulkan.
Analisis dari ekonom terkemuka memberikan wawasan tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS.
Presiden Donald Trump menghadapi tekanan untuk menunjukkan rencana yang jelas untuk pertumbuhan ekonomi setelah pasar saham mengalami penurunan tajam akibat ancaman tarifnya. Dia dijadwalkan memberikan pidato kepada Business Roundtable, sebuah asosiasi CEO, di mana dia sebelumnya menjanjikan pengurangan pajak untuk produsen domestik. Namun, rencana tarifnya terhadap beberapa negara dan produk dapat dianggap sebagai kenaikan pajak besar-besaran, yang membuat banyak orang khawatir tentang kemungkinan resesi.
Ekonom Larry Summers memperkirakan kemungkinan resesi mencapai 50%. Dia menyatakan bahwa ketidakpastian dan fokus pada tarif telah mengurangi permintaan dan meningkatkan harga. Meskipun Trump berusaha meyakinkan publik bahwa tarif tersebut akan membawa kekayaan kembali ke Amerika, banyak yang tetap cemas, terlihat dari penurunan indeks saham S&P 500 yang signifikan. Meskipun ada sedikit harapan untuk pemulihan, kerugian besar dari hari sebelumnya masih membayangi pasar.
Analisis Ahli
Larry Summers
Fokus berlebihan pada tarif dan ketidakpastian ekonomi justru memperlambat permintaan dan menaikkan harga, menciptakan kombinasi buruk antara inflasi dan resesi.