Emas Stabil Meski Saham Turun, Investor Khawatir Perlambatan Ekonomi AS
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
11 Mar 2025
91 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Emas tetap menjadi aset yang menarik meskipun ada penurunan permintaan fisik di Asia.
Kebijakan perdagangan dan pernyataan Donald Trump dapat mempengaruhi pasar emas dan ekonomi secara keseluruhan.
Aliran investasi ke ETF emas menunjukkan minat yang kuat meskipun ada tantangan dalam permintaan fisik.
Harga emas stabil setelah mengalami penurunan kecil, di tengah kekhawatiran investor tentang perlambatan ekonomi AS yang menyebabkan penurunan di pasar saham dan sebagian besar komoditas. Emas diperdagangkan di atas Rp 48.21 juta ($2,887) per ons setelah turun kurang dari 1% pada hari Senin. Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa ekonomi AS mungkin akan mengalami kesulitan sebelum membaik, yang menambah kekhawatiran tentang kemungkinan resesi. Meskipun harga emas naik 10% tahun ini, permintaan fisik di negara-negara Asia seperti India dan China menurun, meskipun ada aliran investasi yang stabil ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung emas.
Meskipun ada penurunan permintaan fisik, analis memperkirakan harga emas akan mencapai rekor baru tahun ini, tetapi perlu ada aliran investasi yang lebih kuat ke dalam ETF untuk mengimbangi penurunan permintaan fisik. Sebelum penjualan pasar pada hari Senin, investor mulai mengurangi eksposur mereka terhadap emas, dengan hedge fund mengurangi posisi bullish ke level terendah dalam sembilan minggu. Saat ini, harga emas sedikit berubah di Rp 48.21 juta ($2,887) .77 per ons.
Analisis Ahli
Suki Cooper
Harga emas tidak didukung oleh permintaan fisik yang kuat, sehingga kenaikan harga perlu didorong oleh investasi di ETF agar berlanjut.