Pasar Saham Global Terjun Bebas Akibat Kekhawatiran Tarif dan Pemecatan Pemerintah AS
Bisnis
Ekonomi Makro
11 Mar 2025
57 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar saham global mengalami penurunan yang signifikan akibat kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan tarif yang diterapkan dapat berdampak negatif pada aktivitas ekonomi dalam jangka pendek.
Investor harus bersiap menghadapi volatilitas dan ketidakpastian di pasar saham.
Pasar saham Asia diperkirakan akan mengikuti penurunan yang terjadi di AS, di mana indeks Nasdaq 100 mengalami hari terburuknya sejak 2022. Kekhawatiran tentang tarif dan pemecatan pegawai pemerintah dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi AS. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 mengalami penurunan signifikan, dengan saham-saham teknologi besar seperti Tesla dan Nvidia mengalami kerugian besar. Meskipun ada suasana negatif di pasar global, investor di Tiongkok tetap membeli saham Hong Kong dalam jumlah besar, berkat perkembangan teknologi baru.
Situasi ini menunjukkan ketidakpastian tinggi dalam ekonomi global, dan banyak analis memperkirakan bahwa pembicaraan tentang tarif dapat merugikan aktivitas ekonomi. Beberapa ekonom percaya bahwa jika pemerintah AS dapat mempercepat reformasi pajak, hal itu dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut. Dalam minggu ini, beberapa data ekonomi penting akan dirilis, termasuk laporan tentang pertumbuhan ekonomi Jepang dan inflasi di AS.
Analisis Ahli
David Bahnsen
Kebijakan tarif yang sedang berlangsung akan menimbulkan kerugian ekonomi setidaknya selama satu atau dua kuartal, namun pada akhirnya akan tercapai kesepakatan yang membuat semua pihak bertanya-tanya mengapa kebijakan ini dimulai.Gina Bolvin
Pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh berita dan bisa berubah cepat, namun investor jangka panjang akan mendapat manfaat dari koreksi ini.Callie Cox
Penutupan indeks S&P 500 di bawah rata-rata bergerak 200 hari menandakan zona bahaya yang bisa mempercepat aksi jual dan meningkatkan volatilitas pasar.