Pasar Saham Asia Tertekan oleh Ketidakpastian Tarif dan Kekhawatiran Resesi AS
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Mar 2025
85 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif Trump mempengaruhi pasar saham dan menciptakan ketidakpastian ekonomi.
Investor khawatir tentang dampak inflasi dan kebijakan moneter Federal Reserve.
Laporan inflasi AS yang akan datang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan ekonomi.
Saham di Asia diperkirakan akan turun setelah pasar saham di Wall Street mengalami fluktuasi akibat rencana tarif Presiden Donald Trump yang tidak menentu. Meskipun S&P 500 turun 0,8%, Trump mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya resesi ekonomi di AS dan percaya bahwa pasar akan naik dan turun. Ia juga mengonfirmasi bahwa tarif 25% untuk baja dan aluminium akan diterapkan pada Kanada dan negara lain, meskipun ancaman tarif 50% untuk Kanada dibatalkan.
Investor kini khawatir tentang kebijakan tarif, inflasi yang tinggi, dan ketidakpastian mengenai suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve. Beberapa analis pasar, termasuk dari Citigroup, telah menurunkan proyeksi mereka untuk saham AS karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi yang melambat. Sementara itu, pasar saham China tetap menarik bagi investor meskipun ada ancaman tarif dari AS, dan mereka akan memperhatikan data inflasi AS yang akan dirilis segera.
Analisis Ahli
Neil Dutta
Ketidakpastian kebijakan memang tidak langsung menyebabkan resesi, namun efek psikologis dan gangguan rantai pasok dapat memperlambat aktivitas ekonomi jika situasi tidak membaik.