Mengapa DeepSeek Tolak Investasi Luar dan Fokus Jaga Kontrol Perusahaan
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
11 Mar 2025
181 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
DeepSeek adalah startup AI yang unik karena tidak bergantung pada investasi eksternal.
Liang Wenfeng lebih memilih untuk menjaga kendali penuh atas perusahaannya daripada menerima dana dari VC.
Kendala akses chip dan regulasi pemerintah dapat mempengaruhi masa depan DeepSeek.
Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, tidak terburu-buru untuk mendapatkan investasi dari luar meskipun banyak minat dari investor. DeepSeek adalah salah satu startup AI terpanas di dunia saat ini, dan Liang memiliki 84% saham perusahaan tersebut. Dia lebih memilih untuk tidak berbagi kendali atas perusahaannya dan merasa tidak nyaman dengan fokus investor yang lebih pada monetisasi cepat daripada penelitian mendalam. Liang telah mampu mendanai DeepSeek melalui keuntungan dari hedge fund-nya, High-Flyer, sehingga tidak terlalu bergantung pada investasi luar.
Meskipun DeepSeek belum membutuhkan dana dari investor, ada kemungkinan hal ini bisa berubah. Baru-baru ini, DeepSeek mengumumkan margin keuntungan untuk pertama kalinya, yang menunjukkan bahwa mereka mungkin mulai mempertimbangkan monetisasi. Namun, untuk bersaing dengan perusahaan AI besar lainnya, DeepSeek mungkin perlu akses ke chip AI yang lebih baik, yang saat ini sulit didapat karena pembatasan dari pemerintah AS. Selain itu, beberapa investor besar seperti Tencent dan Alibaba sudah menunjukkan minat untuk berinvestasi di DeepSeek.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Kontrol ketat atas kepemilikan memang penting, tapi ekosistem AI mengharuskan kolaborasi dan investasi besar untuk tetap kompetitif. DeepSeek perlu membuka diri secara strategis bila ingin bertahan jangka panjang.Kai-Fu Lee
Fokus pada fundamental riset itu penting, tapi pasar AI sangat cepat berubah dan butuh ekosistem pendanaan yang kuat untuk inovasi dan ekspansi. Liang mungkin harus mempertimbangkan kompromi soal kontrol agar skala bisnis bisa lebih besar.
