Dampak Kebijakan Perdagangan Trump: Risiko Resesi dan Tantangan Ekonomi AS
Bisnis
Ekonomi Makro
10 Mar 2025
290 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan perdagangan Trump dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan ekonomi AS.
Ada peningkatan kemungkinan resesi meskipun kekuatan struktural ekonomi AS tetap ada.
Investor harus waspada terhadap dampak negatif dari kebijakan tarif yang diterapkan.
Presiden Donald Trump baru-baru ini mengakui bahwa kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh pemerintahannya mungkin menyebabkan "gangguan kecil" pada ekonomi AS. Meskipun pertumbuhan ekonomi tahun lalu mencapai 2,8%, para ekonom memperkirakan pertumbuhan tahun ini akan turun menjadi sekitar 2,3%. Namun, beberapa ahli, seperti Mohamed El-Erian, memperingatkan bahwa jika pertumbuhan ekonomi turun di bawah 1%, hal itu bisa menjadi masalah besar. Dia memperkirakan kemungkinan resesi meningkat menjadi 25% hingga 30%, meskipun dia juga mencatat bahwa ekonomi AS masih memiliki kekuatan struktural yang dapat membantu.
El-Erian menjelaskan bahwa visi pemerintah Trump untuk mengubah ekonomi terdiri dari empat tujuan: menciptakan sistem perdagangan yang lebih adil, mengurangi ketergantungan pada sektor publik, meningkatkan efisiensi pemerintah, dan mendorong sektor swasta melalui pengurangan regulasi dan pajak yang menguntungkan. Meskipun pasar saham awalnya merespons positif setelah pemilihan, ketidakpastian akibat penerapan tarif yang tidak konsisten kini membuat pasar menjadi lebih bergejolak. Jika dampak negatif dari kebijakan ini memperlambat pertumbuhan ekonomi, situasinya bisa menjadi lebih sulit.
Analisis Ahli
Mohamed El-Erian
Pertumbuhan ekonomi AS kemungkinan hanya sekitar 1.5% hingga 2%, dengan risiko resesi meningkat menjadi 25%-30%. Namun, struktur ekonomi yang kuat dan kebijakan pendukung seperti deregulator dan tax cut masih dapat menjaga ekonomi dari resesi pasti.