Deflasi di China Meningkat, Tantangan Besar untuk Pemulihan Ekonomi
Bisnis
Ekonomi Makro
10 Mar 2025
32 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Deflasi di China menunjukkan tantangan serius bagi pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah China mengakui tekanan deflasi dengan menurunkan target inflasi konsumen.
Kondisi pasar properti yang lemah dan pengeluaran konsumen yang rendah menjadi faktor utama dalam perlambatan ekonomi.
Harga konsumen di China mengalami penurunan yang signifikan, mencapai level terendah dalam lebih dari setahun. Indeks Harga Konsumen (CPI) turun sebesar 0,7% pada bulan Februari dibandingkan tahun sebelumnya, yang lebih besar dari yang diperkirakan oleh para analis. Penurunan ini terjadi setelah adanya liburan Tahun Baru Imlek yang lebih awal, yang biasanya meningkatkan pengeluaran. Jika tidak memperhitungkan dampak liburan tersebut, harga konsumen sebenarnya akan naik sebesar 0,1%. Selain itu, Indeks Harga Produsen (PPI) juga turun 2,2%, menunjukkan bahwa harga grosir telah menurun selama 29 bulan berturut-turut.
Ekonomi China saat ini menghadapi tantangan besar, termasuk pengeluaran konsumen yang lemah dan masalah di sektor properti. Pemerintah China menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5% untuk tahun 2025, tetapi mereka juga mengurangi target kenaikan harga konsumen menjadi 2% dari 3% tahun lalu, yang menunjukkan adanya tekanan deflasi yang terus berlanjut. Meskipun ada kebutuhan untuk meningkatkan konsumsi, pemerintah belum mengumumkan langkah-langkah stimulus besar-besaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Analisis Ahli
Goldman Sachs
Inflasi yang terlalu rendah menandakan ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan, memperkuat tekanan deflasi yang berisiko menghambat pertumbuhan ekonomi.