Harga Konsumen Cina Turun, Pemerintah Khawatir Risiko Deflasi dan Ekonomi Lesu
Bisnis
Ekonomi Makro
09 Mar 2025
65 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Tiongkok mengalami deflasi untuk pertama kalinya dalam 13 bulan.
Pemerintah Tiongkok perlu meningkatkan permintaan domestik untuk mencegah deflasi lebih lanjut.
Perang dagang dengan Amerika Serikat dapat memperburuk kondisi ekonomi Tiongkok.
Pada bulan Februari, harga barang dan jasa di China turun untuk pertama kalinya dalam 13 bulan terakhir, dengan indeks harga konsumen (CPI) menurun sebesar 0,7% dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh permintaan yang lemah dan waktu perayaan Tahun Baru Imlek yang lebih awal, yang biasanya meningkatkan pengeluaran. Meskipun banyak negara lain menghadapi inflasi, China justru menghadapi risiko deflasi, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonominya.
Pemerintah China berusaha untuk meningkatkan permintaan domestik dan pengeluaran konsumen, tetapi belum mengumumkan langkah-langkah baru yang signifikan. Selain pengaruh Tahun Baru Imlek, faktor lain yang menyebabkan penurunan harga adalah cuaca yang lebih baik yang meningkatkan produksi pertanian, sehingga harga sayuran segar turun, dan produsen mobil yang memberikan promosi untuk meningkatkan penjualan, sehingga harga mobil baru juga menurun. Indeks harga produsen (PPI) juga turun sebesar 2,2% pada bulan yang sama.
Analisis Ahli
Dong Lijuan
Menjelaskan bahwa pengaruh awal Tahun Baru Imlek dan faktor cuaca serta promosi mobil menjadi penyebab utama penurunan harga konsumen di bulan Februari, namun tetap ada kenaikan yang sangat kecil jika faktor liburan dihilangkan.