Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Capital A Kumpulkan Dana 1 Miliar Ringgit Perkuat Bisnis AirAsia dan Keluar dari Krisis

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
10 Mar 2025
44 dibaca
1 menit
Capital A Kumpulkan Dana 1 Miliar Ringgit Perkuat Bisnis AirAsia dan Keluar dari Krisis

AI summary

Capital A telah berjaya menyelesaikan penempatan swasta untuk mengumpul dana.
Syarikat berusaha untuk keluar dari status PN17 dan meramalkan keuntungan dalam suku pertama.
Pelaburan dari Arab Saudi menunjukkan minat luar terhadap AirAsia dan potensi pemulihan syarikat.
KUALA LUMPUR (Reuters) - Capital A, pemilik maskapai penerbangan murah AirAsia, berhasil mengumpulkan dana sebesar 1 miliar ringgit (sekitar $226 juta) melalui penempatan saham swasta. CEO Grup Tony Fernandes mengonfirmasi bahwa proses ini telah selesai. Sebelumnya, ada laporan bahwa dana kekayaan negara Arab Saudi akan menginvestasikan $100 juta di AirAsia, dan perusahaan juga sedang berdiskusi dengan investor dari Singapura dan Jepang.Capital A mengalami kesulitan keuangan akibat pembatasan perjalanan selama pandemi dan saat ini terdaftar sebagai PN17, yang berarti dalam kondisi finansial yang sulit. Perusahaan berencana untuk keluar dari status ini dan berharap dapat melakukannya pada bulan Mei. Fernandes menyatakan bahwa mereka sudah mencatat keuntungan di kuartal keempat dan memperkirakan keuntungan yang lebih besar di kuartal pertama. Setelah keluar dari PN17, Capital A akan menjual bisnis penerbangan AirAsia ke unit jarak jauh AirAsia X dan mempertahankan 18% dari grup maskapai yang baru.

Experts Analysis

Tony Fernandes
Menilai bahwa private placement dan rencana reorganisasi akan membantu Capital A kembali stabil dan berkembang profitabilitas dengan mengonsolidasikan unit bisnis penerbangan.
Editorial Note
Penggalangan dana dan persetujuan untuk keluar dari status PN17 adalah langkah kritis yang menunjukkan bahwa Capital A berhasil memperbaiki kepercayaan investor dan bursa saham. Namun, kunci keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mempertahankan profitabilitas dan menjalankan konsolidasi bisnis secara efektif di tengah persaingan ketat industri penerbangan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.