Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Saudi Arabia Investasi Rp1,4 Triliun untuk Bangkitkan AirAsia Setelah Pandemi

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (1y ago) investment-and-capital-markets (1y ago)
07 Mar 2025
23 dibaca
1 menit
Saudi Arabia Investasi Rp1,4 Triliun untuk Bangkitkan AirAsia Setelah Pandemi

Rangkuman 15 Detik

Arab Saudi berinvestasi di AirAsia untuk memperkuat hubungan pariwisata.
AirAsia mencari dana untuk mendukung pertumbuhan setelah kerugian akibat pandemi.
Riyadh Air mengambil alih slot pesawat dari AirAsia untuk memenuhi kebutuhan armadanya.
Dana kekayaan negara Saudi Arabia berencana untuk menginvestasikan sekitar Rp 1.67 triliun ($100 juta) di grup maskapai Malaysia, AirAsia. Investasi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan Saudi dengan kawasan yang menjadi sumber utama pariwisata. AirAsia sedang mencari dana sekitar 1 miliar ringgit (Rp 3.77 triliun ($226 juta) ) untuk memulihkan pertumbuhannya setelah mengalami kerugian akibat pandemi Covid-19. Mereka menawarkan saham hingga 15% kepada investor luar dengan valuasi sekitar Rp 33.40 triliun ($2 miliar) . AirAsia memiliki lebih dari 350 pesawat sempit yang dipesan dari Airbus, dan baru-baru ini, maskapai baru Riyadh Air yang dimiliki oleh dana tersebut mengambil beberapa slot pengiriman pesawat dari AirAsia. Ini membantu AirAsia untuk menunda kewajiban pembiayaan pesawat dalam jangka pendek. Selain itu, AirAsia juga berencana untuk menarik investor baru sebelum memesan sekitar 100 pesawat regional.

Analisis Ahli

Andi Wijaya (Analis Ekonomi Penerbangan)
Investasi dari Dana Investasi Publik adalah sinyal positif untuk pemulihan maskapai Asia Tenggara, terutama AirAsia yang sempat terpukul keras oleh pandemi. Namun, tantangan terbesar tetap pada bagaimana pengelolaan baru dan penggunaan dana tersebut dapat benar-benar mempercepat pertumbuhan jangka panjang.