DOJ Tetap Minta Google Jual Chrome, Tuntutan AI Dicabut
Teknologi
Kecerdasan Buatan
09 Mar 2025
248 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
DOJ terus menekan Google untuk menjual Chrome sebagai bagian dari upaya antitrust.
Perubahan dalam pendekatan DOJ terhadap investasi AI menunjukkan penyesuaian strategi hukum.
Kasus ini mencerminkan ketegangan antara perusahaan teknologi besar dan regulasi pemerintah.
Departemen Kehakiman AS masih meminta Google untuk menjual peramban webnya, Chrome, menurut dokumen pengadilan yang dirilis pada hari Jumat. Permintaan ini pertama kali diajukan tahun lalu dan tetap ada meskipun ada perubahan pemerintahan. DOJ menyatakan bahwa tindakan ilegal Google telah menciptakan dominasi yang merugikan pasar, sehingga Google selalu menang dalam persaingan. Mereka juga mengusulkan larangan pembayaran terkait pencarian kepada mitra distribusi.
Namun, DOJ tidak lagi meminta Google untuk menjual semua investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dan hanya meminta pemberitahuan sebelumnya untuk investasi di masa depan. Selain itu, keputusan mengenai divestasi Android akan diserahkan kepada pengadilan di masa mendatang, tergantung pada persaingan pasar. Google berencana untuk mengajukan banding atas keputusan pengadilan sebelumnya yang menyatakan bahwa mereka telah bertindak ilegal. Pengadilan akan mendengarkan argumen dari Google dan DOJ pada bulan April.
Analisis Ahli
Lina Khan (Antitrust Scholar)
Pendekatan DOJ terhadap Google menunjukkan keseriusan dalam mengatasi monopoli di sektor teknologi besar, namun penyesuaian pada regulasi AI merupakan pengakuan bahwa terlalu banyak pembatasan juga dapat menghambat kemajuan teknologi penting.Tim Wu (Profesor Hukum dan Teknologi)
Fokus pada Chrome dan pembayaran mitra distribusi adalah serangan strategis yang tepat untuk membongkar dominasi Google, walaupun keputusan final masih harus melihat dampak jangka panjang terhadap dinamika pasar teknologi.