Aplikasi AI Murah DeepSeek Picu Kenaikan Saham Teknologi China dan Guncang Pasar Global
Teknologi
Kecerdasan Buatan
08 Mar 2025
178 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Peluncuran DeepSeek menunjukkan potensi besar dalam pengembangan AI dengan biaya yang lebih rendah.
Revaluasi saham teknologi di AS dipicu oleh kesadaran akan alternatif yang lebih murah dari teknologi AI.
Investor semakin tertarik pada saham teknologi di Asia, terutama di China, setelah keberhasilan DeepSeek.
DeepSeek, sebuah perusahaan teknologi asal China, meluncurkan aplikasi AI bernama DeepSeek pada 20 Januari, bersamaan dengan acara World Economic Forum di Davos. Dalam waktu dua hari, aplikasi ini menjadi yang paling banyak diunduh di App Store iOS di AS, mengalahkan ChatGPT dari OpenAI. Keberhasilan DeepSeek membuat banyak investor mulai menilai ulang nilai saham teknologi di AS, terutama setelah Nvidia, perusahaan pembuat chip AI, kehilangan nilai pasar sebesar Rp 10.02 quadriliun (US$600 miliar) ketika investor menyadari bahwa model bahasa besar (LLM) dapat dibuat dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Bonnie Chan, CEO Hong Kong Stock Exchanges, menyatakan bahwa banyak orang mulai menyadari bahwa valuasi saham teknologi teratas di AS mungkin perlu ditinjau kembali. Dengan munculnya DeepSeek, diharapkan investor akan melihat potensi saham-saham di Asia, termasuk China, sebagai pilihan yang menarik.
Analisis Ahli
Bonnie Chan Yiting
Dengan kemunculan teknologi AI yang lebih murah dan mudah diakses, investor harus meredefinisi ekspektasi mereka terhadap saham teknologi tradisional dan melihat peluang baru di pasar Asia yang sedang berkembang pesat.