DeepSeek Ubah Pandangan Investor, Saham Teknologi China Melonjak Drastis
Teknologi
Kecerdasan Buatan
08 Mar 2025
111 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Peluncuran DeepSeek menunjukkan potensi besar teknologi AI dengan biaya yang lebih rendah.
Investor mulai menilai kembali nilai saham teknologi di AS setelah peluncuran aplikasi ini.
Dampak dari inovasi teknologi dapat mengubah dinamika pasar modal secara global.
DeepSeek, sebuah perusahaan teknologi asal China, meluncurkan aplikasi AI bernama DeepSeek pada 20 Januari, bersamaan dengan acara World Economic Forum di Davos. Dalam waktu dua hari, aplikasi ini menjadi yang paling banyak diunduh di App Store iOS di AS, mengalahkan ChatGPT dari OpenAI. Keberhasilan DeepSeek membuat banyak investor mulai menilai ulang nilai saham perusahaan teknologi di AS, termasuk Nvidia, yang kehilangan nilai pasar sebesar Rp 10.02 quadriliun (US$600 miliar) setelah menyadari bahwa teknologi AI dapat dikembangkan dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Bonnie Chan, CEO Hong Kong Stock Exchanges, mengatakan bahwa banyak orang mulai menyadari bahwa valuasi saham-saham teknologi teratas di AS mungkin perlu ditinjau kembali. Dengan munculnya DeepSeek, diharapkan investor akan lebih tertarik pada saham-saham di Asia, termasuk China, yang menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik.
Analisis Ahli
Bonnie Chan Yiting
Investasi di saham teknologi harus direview ulang karena teknologi AI tidak lagi eksklusif memerlukan biaya tinggi untuk berkembang, membuka peluang baru di pasar Asia.