Saham Tesla Terjun Bebas Selama 7 Minggu Beruntun, Ini Penyebabnya
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
08 Mar 2025
85 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham Tesla telah kehilangan hampir setengah nilainya sejak mencapai puncaknya pada bulan Desember.
Kekhawatiran tentang penjualan yang melambat di pasar internasional seperti China dan Eropa mempengaruhi nilai saham.
Peran Elon Musk dalam pemerintahan baru dapat mempengaruhi persepsi publik dan sentimen merek Tesla.
Saham Tesla mengalami penurunan sebesar 10% minggu ini, yang merupakan penurunan selama tujuh minggu berturut-turut. Sejak mencapai harga tertinggi Rp 801.37 juta ($479,86) pada bulan Desember, nilai sahamnya telah kehilangan hampir setengahnya, dan ditutup pada harga Rp 438.66 juta ($262,67) . Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran tentang penjualan yang menurun, ketidakpastian tarif, dan sentimen negatif terhadap merek Tesla.
Penurunan saham ini juga bertepatan dengan pelantikan Presiden Trump pada bulan Januari, di mana CEO Tesla, Elon Musk, terlibat dalam upaya pemerintah untuk mengurangi pengeluaran. Selain itu, ada kekhawatiran tentang penjualan yang melambat di China dan penurunan pendaftaran di Eropa. Para analis dari Bank of America juga menyebutkan bahwa tarif yang dikenakan pada Kanada dan Meksiko dapat memberikan risiko signifikan bagi produsen mobil di Amerika Utara, termasuk Tesla.
Analisis Ahli
Analis Bank of America
Tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat terhadap Kanada dan Meksiko bisa menimbulkan risiko besar bagi produsen mobil seperti Tesla karena terhambatnya rantai pasokan dan kenaikan biaya produksi.