TLDR
Pelanggaran data NTT Com mengungkapkan kerentanan dalam keamanan siber perusahaan telekomunikasi. Informasi pribadi dari hampir 18.000 pelanggan korporat telah dicuri, menunjukkan risiko besar bagi individu dan organisasi. Serangan siber terhadap penyedia telekomunikasi semakin meningkat, menyoroti pentingnya keamanan data. Perusahaan telekomunikasi Jepang, NTT Communications (NTT Com), mengonfirmasi bahwa peretas telah mengakses data hampir 18.000 pelanggan korporat dalam serangan siber yang terjadi pada bulan Februari. Data yang dicuri mencakup nama pelanggan, nomor kontrak, nomor telepon, alamat email, alamat fisik, dan informasi penggunaan layanan dari 17.891 organisasi. NTT Com menemukan pelanggaran data ini pada 5 Februari dan segera membatasi akses ke sistem yang terkompromi. Namun, pada 15 Februari, mereka menemukan bahwa peretas juga telah mengakses perangkat lain di jaringan internal mereka.Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini, dan tidak ada kelompok peretas besar yang mengklaim serangan tersebut. Perusahaan telekomunikasi menjadi target utama bagi peretas, termasuk kelompok yang diduga terkait dengan negara. Serangan ini menunjukkan pentingnya keamanan data, terutama bagi perusahaan yang memiliki banyak pelanggan.