Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Royal London Tolak Investasi Senjata Karena Risiko Etnis Dan Politik Di Inggris

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
07 Mar 2025
81 dibaca
1 menit
Royal London Tolak Investasi Senjata Karena Risiko Etnis Dan Politik Di Inggris

TLDR

Royal London menolak investasi di perusahaan senjata untuk menjaga etika dan mencegah senjata jatuh ke tangan yang salah.
Debat tentang investasi pertahanan semakin penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Perusahaan pertahanan seperti BAE Systems dan Raytheon memiliki hubungan kompleks dengan negara-negara yang memiliki reputasi buruk dalam hal hak asasi manusia.
Barry O’Dwyer, CEO dari manajer aset Royal London, mengatakan bahwa berinvestasi di industri pertahanan bisa dianggap tidak etis karena senjata yang diproduksi bisa jatuh ke tangan musuh Inggris. Royal London memutuskan untuk tidak memasukkan perusahaan senjata dalam dana berkelanjutan mereka karena kekhawatiran tentang "memberikan senjata kepada pihak yang salah". Meskipun banyak dana pensiun berinvestasi di perusahaan pertahanan seperti BAE Systems dan Raytheon, Royal London menghindari investasi tersebut dalam dana etis mereka yang bernilai £2,5 miliar.Sikap industri keuangan terhadap produsen senjata menjadi perhatian utama setelah pemimpin Partai Buruh, Sir Keir Starmer, berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan Inggris. Lebih dari 100 anggota parlemen menandatangani surat terbuka yang meminta industri keuangan untuk mempertimbangkan kembali aturan yang melarang investasi di sektor pertahanan. Meskipun banyak dana etis yang menghindari industri pertahanan, O'Dwyer menyatakan bahwa mereka akan terus meninjau posisi mereka seiring dengan perubahan situasi global.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.