Yield Obligasi Jerman Stabil Setelah Tekanan Penjualan Terbesar Sejak Reunifikasi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
07 Mar 2025
244 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Obligasi Jerman mengalami penurunan yang signifikan, memicu penjualan di pasar utang global.
Investor mulai meminta imbal hasil yang lebih tinggi untuk obligasi Jerman seiring dengan ekspektasi peningkatan pengeluaran publik.
Ada ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter ECB dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Eropa.
Obligasi Jerman stabil setelah mengalami penjualan besar-besaran, yang merupakan yang terburuk sejak reunifikasi negara tersebut. Yield atau imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman sedikit berubah di angka 2,83% setelah mencapai level tertinggi sejak 2023. Meskipun ada kenaikan lebih dari 40 basis poin dalam seminggu, beberapa analis percaya bahwa yield akan turun kembali ke sekitar 2,75%. Mereka berpendapat bahwa ekspektasi fiskal sudah tercermin dalam tingkat suku bunga saat ini.
Penurunan obligasi Jerman, yang dianggap sebagai yang paling aman di Eropa, memicu penjualan di pasar utang global setelah pengumuman pemerintah Jerman tentang peningkatan pengeluaran publik. Meskipun ada kekhawatiran bahwa yield bisa naik lebih tinggi, banyak investor mulai melihat obligasi Jerman sebagai pilihan menarik jika yield mendekati 3%. Namun, ketidakpastian mengenai pertumbuhan dan inflasi di Eropa membuat beberapa analis skeptis bahwa yield akan terus meningkat.
Analisis Ahli
Mohit Kumar
Yield bund 10 tahun cenderung kembali turun mendekati 2,75% karena ekspektasi fiskal sudah tercermin dalam harga pasar.Brian Mangwiro
Bund yang hampir menyentuh 3% menjadi cukup menarik untuk dibeli meskipun ada volatilitas pasar.Lauren van Biljon
Momentum kenaikan yield jangka pendek mulai melemah pada level saat ini seiring evaluasi ulang pasar.