Yield Obligasi Jepang dan Jerman Tembus Tertinggi karena Kebijakan Baru
Bisnis
Ekonomi Makro
06 Mar 2025
27 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Yield obligasi Jepang mencapai level tertinggi sejak 2009, mencerminkan perubahan dalam kebijakan moneter.
Bund Jerman mengalami penjualan terburuk sejak jatuhnya Tembok Berlin, mempengaruhi pasar obligasi global.
Investor menunjukkan kehati-hatian menjelang lelang obligasi 30 tahun Jepang karena ketidakpastian di pasar.
Yield obligasi pemerintah 10 tahun Jepang mencapai 1,5%, tertinggi sejak Juni 2009, seiring dengan penurunan besar pada obligasi Jerman. Yield obligasi Jerman melonjak hingga 31 basis poin, yang mempengaruhi kenaikan yield secara global. Kenaikan ini dipicu oleh perubahan besar dalam rencana belanja Jerman untuk pertahanan dan infrastruktur. Sementara itu, yield obligasi Jepang juga meningkat karena spekulasi bahwa Bank of Japan akan terus menaikkan suku bunga.
Deputi Gubernur Bank of Japan, Shinichi Uchida, mengindikasikan bahwa suku bunga acuan akan terus naik secara bertahap. Investor merasa was-was menjelang lelang obligasi 30 tahun yang akan datang, terutama setelah lonjakan yield di Jerman yang mengejutkan banyak orang. Hal ini membuat pasar obligasi menjadi lebih hati-hati.
Analisis Ahli
Masayuki Koguchi
Pengaruh kenaikan imbal hasil obligasi Jerman sangat besar dan membuat investor harus merevisi pandangan mereka terhadap pasar obligasi global.