Malaysia Perkuat Industri Chip dengan Investasi Besar dan Kerjasama Strategis
Teknologi
Kecerdasan Buatan
05 Mar 2025
292 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Malaysia berusaha menjadi pusat manufaktur chip dengan dukungan investasi besar.
ARM Holdings berkolaborasi dengan pemerintah Malaysia untuk meningkatkan ekosistem desain chip.
Pelatihan insinyur dan pengembangan infrastruktur adalah kunci dalam strategi semikonduktor nasional Malaysia.
Malaysia kini menjadi pusat pembuatan chip karena ketegangan antara AS dan China, terutama dalam pengembangan semikonduktor untuk aplikasi AI. ARM Holdings, perusahaan pembuat chip yang didukung oleh SoftBank, telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Malaysia untuk memperkuat ekosistem desain chip di negara tersebut. Dalam kesepakatan ini, Malaysia akan membayar ARM sebesar Rp 4.17 triliun ($250 juta) selama 10 tahun untuk membeli desain chip dan teknologi yang akan digunakan oleh produsen lokal. Selain itu, ARM juga akan melatih 10.000 insinyur di Malaysia tentang teknologi mereka.
Pemerintah Malaysia berencana untuk menjadikan negara ini sebagai pusat pembuatan chip dalam dekade mendatang. Mereka telah mengalokasikan setidaknya Rp 88.51 triliun ($5,3 miliar) untuk mendukung strategi semikonduktor nasional dan melatih 60.000 insinyur. Malaysia sudah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri chip dan saat ini menyediakan sekitar 13% layanan pengujian, perakitan, dan pengemasan chip global. Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Intel, Google, Microsoft, dan Nvidia juga telah mengumumkan investasi besar di Malaysia untuk proyek pusat data dan pengembangan AI.
Analisis Ahli
Dr. Lim Wei Sheng, Pakar Teknologi Semikonduktor
Inisiatif Malaysia untuk mengadopsi desain chip ARM dan fokus pada pelatihan tenaga kerja akan meningkatkan kemandirian teknologi negara sekaligus menarik investasi asing yang besar.Prof. Siti Nurhaliza, Ekonom Teknologi
Pendekatan Malaysia yang komprehensif dalam pengembangan ekosistem chip dapat menjadi model yang diikuti negara berkembang lain yang ingin masuk ke rantai pasok teknologi tinggi.

