Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ketegangan Tarif AS Picu Gejolak Pasar Saham dan Prospek Negosiasi Baru

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
05 Mar 2025
57 dibaca
1 menit
Ketegangan Tarif AS Picu Gejolak Pasar Saham dan Prospek Negosiasi Baru

Rangkuman 15 Detik

Volatilitas pasar saham dipicu oleh ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS.
Pernyataan dari pejabat pemerintah dapat mempengaruhi sentimen pasar secara signifikan.
Investor harus berhati-hati dalam membuat keputusan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pasar saham di Asia diperkirakan akan mengalami lebih banyak volatilitas setelah Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa pemerintah Trump mungkin akan mengurangi beberapa tarif yang telah menyebabkan penjualan besar-besaran di pasar global. Meskipun indeks S&P 500 di AS turun 1,2%, ada harapan bahwa tarif terhadap barang dari Kanada dan Meksiko bisa diringankan, yang membuat pasar saham mengalami fluktuasi yang cepat. Investor mulai mempertanyakan apakah ada batasan tertentu di mana Trump akan mengubah kebijakannya jika pasar saham mengalami penurunan yang signifikan. Sementara itu, beberapa analis berpendapat bahwa tarif ini lebih merupakan taktik negosiasi daripada awal dari perang dagang yang berkepanjangan. Mereka juga mencatat bahwa meskipun ada kekhawatiran tentang ekonomi yang melambat, prospek keuntungan di pasar lain masih positif. Beberapa acara penting yang akan datang, seperti laporan pekerjaan AS dan keputusan suku bunga ECB, diharapkan dapat mempengaruhi pasar lebih lanjut.

Analisis Ahli

Tom Essaye
Tarif akan direvisi jika S&P 500 turun sekitar 10%, mengindikasikan adanya titik pembalikan dari kebijakan tarif saat ini.
Clark Geranen
Tarif kemungkinan hanya taktik negosiasi, tidak menandakan perang dagang yang berkepanjangan, tapi pasar cenderung bereaksi berlebihan dulu.
Jonathan Krinsky
Saham mungkin menampilkan pola 'w-shaped', dimana ada pemulihan sementara sebelum penurunan lanjutan.
Andrea Ferrario
Rasa takut akan perlambatan ekonomi AS mendorong risiko pasar negatif, sementara pasar internasional masih menunjukkan prospek lebih positif.